Wapres: Wakaf dapat jadi katalis peningkatan kesejahteraan masyarakat

Wapres: Wakaf dapat jadi katalis peningkatan kesejahteraan masyarakat

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan sektor wakaf nasional dapat menjadi katalis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan mobilisasi dan pengelolaan yang tepat.

Hal itu disampaikan Wapres dalam sambutannya secara daring pada acara 12th Global Waqf Conference 2024 yang diadakan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa, sebagaimana disaksikan di Jakarta.

“Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, sektor wakaf Indonesia berpotensi menjadi katalis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui mobilisasi pengumpulan dan pengelolaan yang tepat, wakaf dapat membuahkan kemaslahatan berlipat,” ujar Wapres mengawali sambutannya.

Wares menyampaikan pemerintah telah menaruh perhatian pada pengembangan sektor wakaf di Indonesia sejak pertama kali regulasi tentang perwakafan tanah milik diterbitkan.

Sejak tahun 2004, pemerintah menegaskan bahwa bentuk wakaf tidak hanya sebatas tanah, tetapi juga harta benda lainnya, termasuk uang.

“Seiring dengan perkembangan wujud wakaf, pemanfaatannya juga makin meluas. Jika dahulu wakaf berbentuk bantuan sosial, sekarang wakaf justru diarahkan agar bersifat produktif dan mendukung pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Dia menjelaskan, konsep wakaf baik yang bersifat sosial maupun produktif, sangat relevan dengan strategi besar pemerintah dalam penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Namun menurut Wapres, dibandingkan dengan dana sosial lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah, kesadaran dan literasi masyarakat untuk berwakaf masih relatif terbatas.

Untuk itu, ia berpesan kepada semua pihak terkait untuk bisa mengoptimalkan potensi wakaf nasional.

Pertama, Wapres meminta seluruh unsur pemerintah agar memperkuat kerja sama guna merumuskan mekanisme pengembangan wakaf yang efektif dan inklusif.

Dia mengatakan penguatan landasan hukum dan pengawasan perlu didukung guna memastikan wakaf dikelola secara amanah dan sesuai dengan ketentuan syariah demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga wakaf.

“Kesadaran berwakaf juga hendaknya tumbuh hingga mencakup lintas generasi dan lintas profesi, termasuk pelaku ekonomi dan akademisi,” tuturnya.

Kedua, Wapres meminta lembaga keuangan syariah, termasuk perbankan dan asuransi syariah terus berkolaborasi dengan lembaga wakaf dengan mengembangkan produk keuangan wakaf, seperti tabungan wakaf, sukuk wakaf, dan asuransi wakaf. Dia menilai hadirnya berbagai pilihan instrumen tersebut akan semakin memperkaya opsi investasi dan donasi berbasis wakaf.

Ketiga, Wapres menilai di era digital saat ini pengembangan digitalisasi wakaf hendaknya menjadi fokus utama untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.

Dia meminta pihak terkait mengembangkan platform digital yang memudahkan masyarakat berwakaf dan sistem yang efektif memantau pengelolaan aset wakaf. Selain itu, kata dia, perlu ada integrasi data wakaf yang bisa menunjukkan perkembangan kinerja wakaf secara keseluruhan di Indonesia.

Keempat, Wapres meminta wakaf dikelola secara produktif agar manfaatnya dapat memberikan dampak dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Wakaf produktif perlu terus didorong guna memperluas cakupan program pemberdayaan, misalnya pemberian modal kerja, pendampingan usaha, atau pembukaan lapangan kerja,” jelasnya.

Wapres juga berharap dana wakaf dapat ditempatkan pada sektor-sektor khusus yang melibatkan masyarakat banyak, seperti wakaf untuk rumah sakit, properti, perkebunan, dan sebagainya.

“Penyaluran manfaat wakaf harus tepat sasaran dengan memprioritaskan kantong kemiskinan dan kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga,” kata Wapres.

Kelima, ia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kerja sama pengembangan wakaf, baik bilateral maupun multilateral, serta kerja sama pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan, dan implementasi proyek wakaf lintas negara demi memperkuat peran wakaf dalam pembangunan global.

Dia berharap komitmen, keseriusan, dan langkah optimalisasi potensi wakaf global semakin terwujud nyata.

https://coachfactoryoutletbbx.net/
https://rtpmeja138.com/
https://apkmeja138.com/
https://meja138.jp.net/
https://heylink.me/kas4d__/

Rupiah diperkirakan melemah karena data perekonomian China kurang baik

Rupiah diperkirakan melemah karena data perekonomian China kurang baik

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, diperkirakan melemah dipengaruhi  data perekonomian China yang kurang baik.

Pada awal perdagangan Selasa pagi, rupiah menanjak 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp15.190 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.206 per dolar AS.

“Rupiah hari ini diperkirakan melemah dipengaruhi data perekonomian China yang kurang bagus di tengah rencana The Fed untuk kembali cut rate sampai dengan di sisa akhir tahun ini,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan data pertumbuhan ekonomi China diproyeksikan sulit mencapai 5 persen pada 2024. Sementara, China adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Dari dalam negeri, sentimen yang berkembang terkait dengan defisit anggaran pemerintah yang terus melanjutkan tren peningkatan.

Rully memproyeksikan nilai tukar rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp15.200 per dolar AS sampai dengan Rp15.280 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat bahwa defisit APBN hingga Agustus 2024 mencapai Rp153,7 triliun, atau sebesar 0,68 persen dari PDB.

“Tahun ini defisit didesain pada Rp522,8 triliun atau 2,29 persen dari PDB. Jadi, dalam hal ini (defisit pada Agustus sebesar) 0,68 persen masih di dalam track untuk APBN 2024,” ujar Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin.

Defisit tersebut salah satunya terjadi karena penerimaan negara yang menurun 2,5 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp1.777 triliun, sementara realisasi belanja pemerintah berjalan on the track mencapai 58,1 persen dari pagu, atau Rp1.930,7 triliun.

https://sarahkoppelagency.com/
https://linkgeorgia.com/
https://heylink.me/kera4d-testing/
https://northfacesoutletonline.net/
https://heylink.me/kas_4d/

PNBP mencapai Rp383,8 triliun, BUMN dan BLU jadi kontributor utama

PNBP mencapai Rp383,8 triliun, BUMN dan BLU jadi kontributor utama

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) per 31 Agustus 2024 telah mencapai Rp383,8 triliun, dengan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Layanan Umum (BLU) menjadi kontributor utama.

Realisasi itu setara dengan 78 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, atau meningkat dari Juli 2024 yang sebesar Rp338 triliun.

“Capaian ini utamanya disumbang peningkatan kinerja BUMN dan satker Badan Layanan Umum (BLU),” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Thomas Djiwandono dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Wamenkeu yang akrab disapa Tommy itu merinci, capaian PNBP berasal dari penerimaan sumber daya alam (SDA) migas sebesar Rp73,1 triliun dan SDA nonmigas Rp78,4 triliun.

Penerimaan SDA migas terkontraksi 5,1 persen (year-on-year/yoy) dipengaruhi penurunan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan lifting minyak bumi akibat tertundanya onstream. Faktor lain yang juga mempengaruhi yaitu penyusutan produksi alamiah sumur migas yang tinggi, sejalan dengan fasilitas produksi migas utama yang telah menua.

Realisasi SDA nonmigas juga mengalami kontraksi, yakni sebesar 19,5 persen yoy akibat moderasi harga batu bara, sehingga royalti batu bara berkurang 29,2 persen.

Kemudian, penerimaan dari BLU tercatat sebesar Rp64,2 triliun, tumbuh 18,8 persen yoy terutama berasal dari pendapatan jasa penyediaan barang dan jasa lainnya, pelayanan rumah sakit, dan pendapatan pengelolaan dana BLU. Sementara pendapatan BLU Pengelola Dana, khususnya pendapatan pungutan ekspor sawit, mengalami perlambatan 14,3 persen yoy.

Selanjutnya, pendapatan negara yang berasal dari kekayaan negara dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp70,3 triliun, meningkat 7,4 persen.

“Realisasi pertumbuhan KND sebesar 7,4 persen, kontributor utamanya berasal dari pembayaran dividen bank-bank Himbara untuk tahun buku 2023,” ujar Tommy.

Adapun realisasi PNBP lainnya tercatat mencapai Rp97,9 triliun, terkontraksi 10,4 persen yoy akibat penurunan pendapatan hasil tambah. Penurunan ini disebut sejalan dengan moderasi harga batu bara. Penerimaan PNBP kementerian/lembaga (K/L) juga menurun lantaran tidak berulangnya pendapatan Kejaksaan dan Kominfo.

Sementara itu, lanjut Tommy, penerimaan pajak hingga Agustus 2024 tercatat sebesar Rp1.196,54 triliun atau 60,16 persen dari target APBN 2024. Realisasi ini berasal dari pajak penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp665,52 triliun atau 62,58 persen, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar Rp470,81 triliun atau 58,03 persen, pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya Rp15,76 triliun, serta PPh migas sebesar Rp44,45 triliun.

Tommy menjelaskan penerimaan bruto PPN dan PPnBM mencatat kinerja positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Sedangkan penerimaan bruto PBB dan pajak lainnya tumbuh karena kecepatan pemindahbukuan PBB migas.

“Memang terdapat penerimaan bruto kelompok pajak yang mengalami kontraksi, PPH nonmigas terkontraksi 2,46 persen akibat pelemahan harga komoditas tahun lalu yang menyebabkan profitabilitasnya pada 2023 menurun, terutama pada sektor terkait komoditas. PPH migas terkontraksi akibat penurunan lifting minyak bumi,” kata Tommy pula.

https://pafisibolga.info/
https://pafipadangsidimpuan.info/
https://pafiprabumulih.info/
https://pafilubuklinggau.info/
https://heylink.me/cucu-zeus-gacor/

Airlangga: Pinjaman ADB Rp7,55 triliun, salah satunya untuk tutup PLTU

Airlangga: Pinjaman ADB Rp7,55 triliun, salah satunya untuk tutup PLTU

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pinjaman yang diberikan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk transisi energi Indonesia sebesar Rp500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,55 triliun (kurs Rp15.117 per dolar AS) akan digunakan untuk berbagai program, salah satunya memensiunkan dini PLTU.

“Ya kan salah satunya kemarin untuk percepatan transisi ataupun early retirement dari power plant (PLTU). Tetapi tentu itu masih ada mekanisme yang harus didalami,” kata Airlangga usai menghadiri Green Initiative Conference 2024 di Jakarta, Selasa.

Ditanya tentang besaran bunga dari pinjaman ADB itu, Airlangga menyampaikan jumlahnya perlu untuk dicek lagi. Namun ia menilai bunga utang dari ADB umumnya lebih rendah.

“Itu perlu dicek, biasanya (bunga) lebih rendah,” ujarnya.

Pensiun dini atau pemberhentian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi salah satu kebijakan yang dijalankan pemerintah guna mempercepat transisi energi.

Meskipun demikian, program tersebut terganjal adanya kebutuhan biaya yang cukup besar.

Berdasarkan kajian dari Institute for Essential Services Reform (IESR), biaya yang dibutuhkan untuk pensiun PLTU diperkirakan mencapai 4,6 miliar dolar AS hingga 2030, dan 27,5 miliar dolar AS hingga 2050.

Dalam perkembangan terbaru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, terdapat 13 PLTU batu bara yang telah masuk dalam daftar untuk pensiun dini.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi di Jakarta, Selasa (20/8), mengatakan, ke-13 daftar PLTU tersebut diidentifikasi setelah dilakukan studi internal bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS).

“Jadi masalah coal retirement kemarin yang disebut, sudah pernah saya sampaikan ke (Menko) Marves bahwa kita itu hasil dari studi mengenai coal retirement kita itu ada tiga studi. Jadi kita sendiri, lalu dari ITB, lalu dari UNOPS, itu ada. Nah (hasil) tiga (studi) ini kita identifikasi bareng semua, kita rangkum bahwa kita punya 13 list dari PLTU di luar Cirebon,” kata Eniya.

https://push-agency.net/
https://dronetechroofing.com/
https://modernjewishhome.com/
https://pafitanjungbalai.info/
https://heylink.me/KASS138/

Menkeu: Produktivitas kunci RI dapat keluar dari ‘middle income trap’

Menkeu: Produktivitas kunci RI dapat keluar dari 'middle income trap'

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peningkatan produktivitas menjadi cara yang ditempuh Indonesia dalam upaya keluar dari perangkap negara pendapatan menengah atau middle income trap.

Menurutnya, ini merupakan upaya berkelanjutan yang telah dimulai sejak era Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto hingga era reformasi.

“Kata kuncinya adalah selalu produktivitas. Bagaimana investasi dan faktor produksi dalam negeri dapat menciptakan output yang lebih produktif dan lebih berkualitas,” kata Sri Mulyani dalam International Seminar ASEAN Global Development and the Middle Income Trap and Growth Academy ASEAN, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Menkeu menekankan dengan bonus demografi berupa populasi yang besar dan relatif muda, Indonesia berpotensi memaksimalkan produktivitas melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Kedua aspek ini merupakan pilar utama untuk meningkatkan nilai tambah seluruh faktor produksi.

Di antara upaya yang dilakukan adalah menyediakan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta meningkatkan penyediaan layanan dan alat-alat kesehatan.

Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, hal lain yang menjadi fokus pemerintah adalah pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

“Indonesia sudah berinvestasi. Selama masa jabatan Presiden Jokowi, salah satu prioritas nasional yang sangat penting adalah untuk membangun infrastruktur, seperti energi, rel kereta api, jalan raya, bandara, pelabuhan, pelabuhan laut, telekomunikasi, dan yang sangat penting untuk teknologi digital,” tambahnya.

Namun, keberhasilan dalam meningkatkan kualitas SDM dan infrastruktur juga tidak lepas dari dukungan regulasi dan kebijakan yang tepat, serta sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Desentralisasi dan otonomi daerah harus dioptimalkan untuk menjamin bahwa layanan publik diberikan dengan kualitas terbaik. Evaluasi terhadap pengaturan kelembagaan juga perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya.

Dalam perjalanan menjadi negara berpendapatan tinggi, lanjut Menkeu, Indonesia perlu terus belajar bagaimana meningkatkan unsur pembangunan.

“Sehingga kita akan mampu meningkatkan lebih banyak lagi kinerja pertumbuhan, kualitas, penciptaan lapangan kerja, baik dalam hal kualitas, inklusivitas, dan kemampuan kita untuk menjaga bumi dengan proses pembangunan yang lebih hijau dan rendah karbon,” ujarnya.

https://totallycebu.com/
https://boglechandler.com/
https://menes-job.com/
https://lankarani.net/
https://heylink.me/antirungkatclub/

Pemerintah di ITF bahas kebijakan perpajakan hadapi dinamika global 

Pemerintah di ITF bahas kebijakan perpajakan hadapi dinamika global 

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Republik Indonesia membahas kebijakan perpajakan dalam menghadapi tantangan dan dinamika perekonomian global dalam pertemuan internasional The 2nd International Tax Forum (ITF) yang berlangsung di Kuta, Bali, 24-26 September 2024.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu saat membuka acara tersebut di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, menyatakan ITF Ke-2 menjadi forum diplomasi dan koordinasi yang penting dengan rangkaian pertemuan bilateral bersama beberapa mitra strategis Indonesia.

Pertemuan tersebut akan memberikan kontribusi yang baik dalam mendukung terciptanya kerja sama perpajakan internasional yang efektif.

“Melalui upaya kolaboratif yang dilakukan dalam forum ini, dapat dikembangkan rekomendasi kebijakan yang robust (tangguh, Red) dan berkelanjutan untuk menavigasi kompleksitas isu dalam perpajakan internasional serta mampu mendorong Indonesia menuju sistem perpajakan global yang lebih adil dan efisien,” kata Febrio Kacaribu.

Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono dalam sambutannya secara daring menjelaskan dua tantangan ekonomi global, yakni pesatnya perkembangan teknologi digital memudahkan perusahaan multinasional beroperasi secara lintas negara dan memungkinkan mereka mendapatkan penghasilan yang signifikan tanpa harus hadir secara fisik di negara pasar.

Selain digitalisasi ekonomi, tantangan perpajakan internasional juga terjadi dengan adanya kompetisi tarif pajak yang kemudian mendorong terjadinya praktik Base Erosion and Profit Shifting (BEPS).

Untuk mengatasi hal tersebut, negara-negara yang tergabung dalam Inclusive Framework (IF) on BEPS menyepakati solusi Pilar 2, yang terdiri dari ketentuan Pajak Minimum Global dan Subject to Tax Rules (STTR).

Pajak Minimum Global telah diterapkan di lebih dari 40 negara di dunia, seperti Vietnam, Australia, Jepang. Korea, Uni Eropa, dan beberapa negara lainnya.

Indonesia, kata dia, juga berencana menerapkan ketentuan Pajak Minimum Global dalam ketentuan domestik.

Sementara itu, terkait STTR, pada tanggal 19 September 2024, Indonesia bersama dengan beberapa negara/yurisdiksi lainnya telah melakukan penandatanganan Multilateral Instrument (MLI) STTR. Hal tersebut memberikan sinyal bahwa negara-negara di dunia menilai pentingnya solusi Pilar 2.

“Penerapan Pilar 2 bukan lagi merupakan pilihan bagi Indonesia. Bila Indonesia tidak menerapkan Pilar 2, maka potensi pajak akan diambil negara lain. Ini sama saja menyubsidi negara lain,” kata Thomas.

Oleh karena itu, kata dia, penyelarasan kebijakan pajak domestik dengan kerangka kerja perpajakan internasional sangat berperan dalam menciptakan iklim bisnis serta investasi yang lebih adil dan transparan dalam kerja sama ekonomi global.

Dia mengatakan iklim investasi yang baik serta fiskal yang sehat tentunya berperan penting penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Karena itu, diskusi terkait Pilar 2 dalam ITF Ke-2 menjadi sangat relevan untuk menyelaraskan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terkait perkembangan implementasi Pilar 2, baik di Indonesia maupun di negara mitra.

ITF Ke-2 mengusung tema “Adapting Tax Policies in a Dynamic World,” dengan topik diskusi utama mencakup implementasi

Pilar 2, laporan belanja perpajakan, dan analisis tax gap.

Didesain sebagai media diskusi kebijakan perpajakan yang melibatkan narasumber kompeten baik dari dalam maupun luar negeri, forum ini menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan perpajakan yang memenuhi meaningful participation.

https://huat138.jp.net/
https://jagohuat.shop/
https://terushuat.site/
https://epal-shop.com/
https://heylink.me/KAS138__/

Daftar Artis Terseret Skandal Panas P Diddy, Termasuk Justin Bieber

Sean
Foto: (REUTERS/ANDREW KELLY)

Skandal seks menimpa rapper Amerika Serikat (AS), Sean “Puff Daddy” Combs atau yang juga akrab disapa P. Diddy. Skandal ini makin besar karena ada banyak nama artis dan selebriti besar yang diduga terlibat kasus P Diddy, beredar di media sosial. 

Melasir Times of India, daftar artis yang diduga termasuk Leonardo Dicaprio, Jay-Z, Beyoncé, Ashton Kutcher, Paris Hilton, Howard Stern, Russell Brand, Mariah Carey, Jennifer Lopez, Russell Simmons, Usher dan Meghan Fox.

Dugaan tersebut semakin menguat dan viral setelah penyanyi Usher dan Pink menghapus postingan X mereka. Usher bahkan pernah tinggal bersama Diddy.

Muncul pula spekulasi yang menyebut kemungkinan penyanyi Justin Bieber, merupakan salah satu korban P Diddy. Justin Bieber pernah berinteraksi dengan P Diddy saat ia masih remaja.

P. Diddy. (Photo by ANGELA WEISS / AFP/File Foto)
Foto: P. Diddy. (AFP/ANGELA WEISS/File Foto)

Meski demikian, hingga saat ini daftar nama tersebut masih sekadar spekulasi publik dan belum ada yang dikonfirmasi terlibat dalam kasus P Diddy.

Sebelumnya, P Diddy tengah terseret kasus hukum yang berat atas dugaan perdagangan seks dan pemerasan. Ia dituduh memaksa wanita untuk berhubungan seks dengan pelacur pria yang berlangsung selama berhari-hari karena seluruh aksinya terekam kamera.

Kasus ini kemudian viral setelah pihak kepolisian menemukan 1.000 botol pelumas dan baby oil dan narkoba pada saat penggerebekan salah satu rumah P Diddy. Hanya saja, P Diddy tidak mengaku bersalah atas tuduhan tersebut.

Usher yang pernah bersama Diddy mengatakan akun X-nya diretas dan itulah sebabnya semua postingan lamanya menghilang. Hal ini terjadi karena pernyataan lamanya yang mengatakan bahwa ia menyaksikan hal-hal liar saat bersama P Diddy yang muncul kembali.

Selain Usher dan Pink, Megan Fox juga menghapus semua postingannya di Instagram dan X yang memicu spekulasi tentang bagaimana ia dikaitkan dengan P Diddy.

Selain itu, sebuah cuplikan lama Khloe Kardashian yang mengklaim bahwa ia menghadiri salah satu pesta telanjang P Diddy.

“Saya naik pesawat pukul 5:30 pagi. Nah, pesta ini…saya kira setengah dari orang-orang di sana telanjang bulat,” begitulah yang dikatakan Khloe tentang pesta P Diddy.

P Diddy diketahui juga sempat menjadi mentor Justin Bieber, tetapi juru bicara Bieber mengatakan bahwa dia berusaha untuk tidak fokus pada tuduhan dan dakwaan terhadap P Diddy.

Seorang petugas yang terlibat dalam penggerebekan di rumah P Diddy membandingkannya dengan Jeffrey Epstein, dan menyatakan bahwa Diddy merupakan bagian dari lingkaran sosial yang sama dengan Epstein dan Harvey Weinstein.

Petugas tersebut mengklaim bahwa ada pesta-pesta liar selama 15 tahun, yang menunjukkan bahwa meskipun tidak semua orang yang hadir terlibat dalam perdagangan manusia, mereka menyaksikan perilaku yang tidak pantas. 

Pemerintah Targetkan Pembangkit Angin Bertambah 5 GW Hingga 2030

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Jeneponto, Sulawesi Selatan (Ist Kementrian ESDM)
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Jeneponto, Sulawesi Selatan (Ist Kementrian ESDM)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) bertambah sebanyak 5 Giga Watt (GW) hingga 2030. Hal tersebut akan termuat di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2035, serta Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa pemerintah bersama dengan PT PLN (Persero) tengah menyusun RUPTL tahun 2025-2035 serta RUKN.

“Saat ini RUKN sedang dibahas, selanjutnya dibuat RUPTL baru dan di dalamnya target 5 tahun ke depan. Kita sudah tahu langkahnya 5 GW, jadi sampai dengan tahun 2030 kita butuh 5 GW dari angin,” ungkap Eniya, dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Jumat (27/9/2024).

Menurut Eniya, Indonesia memiliki potensi sumber daya angin (bayu) sangat besar, yang menjadikan potensi angin sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) terbesar kedua setelah energi surya.

Ia mengatakan bahwa selain sebagai sumber energi, PLTB nantinya juga bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata, seperti yang ada di Eropa, khususnya Belanda.

Adapun, potensi angin di Indonesia juga berada di daerah-daerah wisata seperti di wilayah Indonesia Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Bagian Timur dan Jawa Bagian Selatan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi angin di Indonesia mencapai 154,6 GW dengan rincian potensi angin onshore sebesar 60,4 GW dan potensi angin offshore sebesar 94,2 GW. Jika dirincikan lebih detail, wilayah timur Indonesia (Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara) memiliki potensi mencapai 40% dari potensi angin nasional.

Namun, potensi angin yang dimanfaatkan menjadi PLTB hingga tahun 2024 ini masih sangat kecil, yakni hanya sebesar 152,3 Mega Watt (MW). Sementara itu, pemerintah menargetkan pada tahun 2060 nanti, kapasitas terpasang PLTB akan menjadi 37 GW.

Adhi Karya (ADHI) Sebut Gugatan Rp 91 M Proyek Hambalang Salah Alamat

Suasana proyek Proyek Wisma Atlet di Bukit Hambalang, Kab.Bogor Jawa Barat, Rabu (31/7/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Suasana proyek Proyek Wisma Atlet di Bukit Hambalang, Kab.Bogor Jawa Barat, Rabu (31/7/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Emiten konstruksi pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menegaskan bahwa gugatan Rp 91 miliar atas Proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (PSON) Hambalang salah alamat. Pasalnya, proyek tersebut diinisiasi oleh entitas kerja sama operasi (KSO) ADHI-WIKA.

Sekretaris Perseroan ADHI Rozi Sparta mengatakan, ADHI dalam pelaksanaan Proyek PSON Hambalang membentuk KSO dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan persentase ADHI sebesar 70% dan WIKA 30%. Dengan kata lain, KSO tersebut merupakan entitas terpisah dari ADHI maupun WIKA.

“Sehingga (perseroan) tidak bertanggung jawab secara materi dan tidak berdiri sebagai penjamin dalam permasalahan antara PT DCL dan KSO ADHI-WIKA,” jelas Rozi dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu, (25/9/2024).

Rozi menambahkan, pihaknya tidak mengetahui pertimbangan dari pemohon PKPU II yaitu PT Dutasari Citralaras hanya memohonkan ADHI sebagai termohon PKPU. Padahal, berdasarkan fakta-fakta hukum, permohonan PKPU yang diajukan oleh Pemohon PKPU Il adalah salah pihak dan kurang pihak karena secara yuridis Termohon PKPU tidak pernah menandatangani suatu perjanjian apapun.

Sebagaimana diketahui, ADHI menghadapi gugatan dari dua pemohon PKPU atas proyek ini. Nilai total gugatannya sebesar kurang lebih Rp 91 miliar.

Rinciannya, pemohon PKPU I menggugat sebesar Rp 25 miliar dan Pemohon PKPU Il sebesar Rp 66.66 miliar. Meski demikian, perseroan meyakinkan bahwa nilai tersebut tidak akan berdampak material.

Pasalnya, nilainya setara dengan 0,98% dari nilai ekuitas perusahaan per 31 Juni 2024 sebesar Rp 9,2T. Sedangkan jika dibandingkan dengan Kas dan Setara Kas Perseroan nilai gugatan tersebut setara dengan 3,41% dari nilai Kas dan Setara Kas Perseroan per 31 Juni 2024.

Hingga saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengaku belum menerima relaas panggilan resmi dari PN Jakarta Pusat.

kas138

Pengetatan Kriteria BBM Subsidi Ditunda Bisa Jadi “Bom” Waktu Buat RI

Program Subsidi Tepat MyPertamina, pembelian BBM melalui scan QR Code. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)
Foto: Program Subsidi Tepat MyPertamina, pembelian BBM melalui scan QR Code. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)

Kepala Centre of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra El Talattov menegaskan, bahwa tidak ada alasan bagi pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menunda pelaksanaan program penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi secara tepat sasaran.

Menurut dia, jika Presiden Jokowi tidak mengambil sikap tegas dalam mereformasi subsidi energi, maka hal ini akan berpotensi menjadi masalah yang cukup besar. Terutama bagi pemerintahan selanjutnya.

“Nah ini lah yang saya pikir akan jadi bom waktu di Presiden mendatang jika Presiden Jokowi tidak berani mengambil sikap tegas dalam memutuskan reformasi subsidi energi di penghujung kepemimpinan beliau,” kata Abra dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Rabu (25/9/2024).

Abra menyebut bahwa pemerintahan Jokowi terus membuat publik cemas dengan wacana pembatasan BBM subsidi yang telah dibahas dari tahun ke tahun, namun tak kunjung usai.

Ia memandang bahwa kebijakan subsidi energi yang berlarut-larut justru akan menimbulkan sentimen negatif di masyarakat. Alih-alih menyelesaikan masalah, pemerintah malah memperburuk situasi dengan kebijakan yang tidak jelas arahnya.

“Jadi, alih alih ingin menyelesaikan masalah justru yang muncul adalah sentimen negatif. Karena justru ini menimbulkan kekisruhan karena tidak jelas arah kebijakan transformasi subsidi energi ini,” kata Abra.

Sebagaimana diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan aturan mengenai siapa saja yang berhak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar Subsidi masih dalam pembahasan.

Oleh sebab itu, menurutnya aturan yang akan termuat di dalam Peraturan Menteri ESDM itu belum akan terbit dalam waktu dekat ini. Hal ini sekaligus mengoreksi pernyataan Bahlil sebelumnya yang sempat menyebut bahwa semula aturan ini akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2024.

“Feeling saya belum (Oktober). Feeling saya belum,” kata Bahlil ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/9/2024).

Bahlil mengatakan pihaknya masih membahas aturan ini secara detail, sehingga dapat mencerminkan asas keadilan. Mengingat, selama ini penyaluran BBM bersubsidi masih belum tepat sasaran.

“Apa yang saya maksudkan keadilan? Targetnya adalah bagaimana subsidi yang diturunkan BBM itu tepat sasaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran. Formulasinya seperti apa? Harus sampai di tingkat petani, nelayan. Nah, karena itu sekarang kita lagi godok,” kata dia.

kas138