Harap-Harap Cemas! Banjir Sentimen, Apakah IHSG Bisa Strong Lagi?

Foto: Tasya Natalia/cnbc

Perjalanan pasar saham Tanah Air sisa empat hari lagi, mengingat pekan depan sudah mulai cuti libur lebaran. Perdagangan pendek tersebut diperkirakan tak dapat memberikan banyak dukungan terhadap pergerakan IHSG.

Diperkirakan pada perdagangan sepekan depan transaksi cenderung sepi dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali merana.

Hal ini lantaran fokus sebagian investor sudah mulai menuju libur lebaran dan persiapan lebaran, sehingga sebagian investor cenderung melakukan aksi jual saham atau taking profit hingga menunda transaksi untuk fokus terhadap momen lebaran.

Jika berkaca pada perdagangan IHSG di sepekan ini, IHSG telah jatuh 3,95% di level 6.258,18 hingga penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025). Meski masih tersisa dua pekan terakhir sebelum libur lebaran, IHSG sudah terperosok lebih dulu. Koreksi tersebut memperpanjang pelemahan IHSG di sepanjang tahun ini yang mencapai 11,61%.

Pada pekan depan juga tidak terdapat data-data ekonomi dari dalam Negeri, namun terdapat beberapa saham yang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga dapat menjadi booster bagi pergerakan IHSG pekan depan.

Selain itu, masih terdapat beberapa data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) yang juga dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham Tanah Air.

Emiten Gelar RUPS Akhir Maret

Meskipun tersisa empat hari perdagangan menjelang libur panjang lebaran, terpantau beberapa saham justru akan menggelar RUPS termasuk saham perbankan Himbara.

RUPS menjadi wadah bagi para pemegang saham untuk menyalurkan aspirasi dan mendapat informasi tentang perkembangan perusahaan. Karena di sana Direksi akan menyampaikan laporan pertanggung jawaban tentang perusahaan mulai dari persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan oleh RUPS tahunan, membahas laba dan pembagian dividen, mengubah anggaran dasar, hingga keputusan untuk membubarkan atau menggabungkan perusahaan.

Terpantau 33 emiten akan menggelar RUPS di sisa-sisa pekan terakhir bulan ini sebelum libur panjang lebaran.

AS Rilis PMI

Pada awal pekan Senin (24/3/2025), Amerika Serikat (AS) akan merilis data PMI Manufaktur periode Maret 2025. Sebelumnya, PMI Manufaktur AS Global S&P naik menjadi 52,7 pada Februari 2025, melampaui estimasi awal 51,6 dan membaik dari 51,2 pada Januari. Angka tersebut menandakan ekspansi bulan kedua berturut-turut di sektor ini dan pertumbuhan terkuat sejak Juni 2022, meskipun ada beberapa bukti bahwa ekspansi tersebut sebagian didorong oleh pembelian lanjutan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan gangguan pasokan yang terkait dengan pengenaan tarif yang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.

Output tumbuh pada kecepatan terkuat sejak Mei 2022, sementara pesanan baru naik pada tingkat tercepat dalam setahun. Namun, laju penciptaan lapangan kerja melambat dari bulan sebelumnya. Di sisi harga, inflasi biaya input mencapai level tertinggi sejak November 2022, sementara inflasi biaya output meningkat ke level tertinggi dua tahun, yang menunjukkan bahwa beberapa pemasok telah menyesuaikan harga mereka ke atas sebagai respons terhadap tarif.

Kepercayaan Konsumen AS

Amerika Serikat (AS) akan merilis indeks kepercayaan konsumen periode Maret 2025 pada Selasa (25/3/2025). Kepercayaan konsumen di AS terpukul pada bulan Februari, dengan Indeks Kepercayaan Konsumen turun menjadi 98,3 (dari 105,3) menurut Conference Board. Indeks tersebut turun ke level terendah sejak Juni 2024.

Pandangan konsumen terhadap kondisi bisnis dan pasar kerja saat ini memburuk, dengan Indeks Situasi Saat Ini turun 3,4 poin menjadi 136,5. Sementara itu, prospek jangka pendek mereka terhadap pendapatan, bisnis, dan pekerjaan semakin melemah, dengan Indeks Ekspektasi turun 9,3 poin menjadi 72,9.

Stephanie Guichard, Ekonom Senior, Indikator Global di The Conference Board, menjelaskan bahwa pada bulan Februari, keyakinan konsumen mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Agustus 2021. Ia mencatat bahwa ini menandai penurunan bulan ke bulan ketiga berturut-turut, sehingga Indeks mencapai level terendah yang terlihat sejak 2022. Guichard mencatat bahwa di antara lima komponen Indeks, hanya pandangan konsumen terhadap kondisi bisnis saat ini yang menunjukkan sedikit perbaikan, sementara penilaian mereka terhadap kondisi pasar tenaga kerja saat ini melemah. Ia menambahkan bahwa konsumen menjadi pesimis tentang kondisi bisnis di masa depan dan kurang optimis tentang pendapatan di masa depan, dan ia mencatat bahwa pesimisme tentang prospek pekerjaan di masa depan telah memburuk, mencapai level tertinggi dalam sepuluh bulan.

PDB AS Kuartal I 2025

AS akan merilis Produk Domestik Bruto (PDB) periode kuartal I 2025 pada Kamis (27/3/2025). The Federal Reserve Bank of Atlanta kini memperkirakan tingkat pertumbuhan -2,1% pada Q1 2025 untuk ekonomi AS. Angka tersebut sedikit membaik setelah sebelumnya pada bulan ini memperkirakan pertumbuhan PDB hampir -3% untuk kuartal pertama 2025 (-2,8%), tetapi lebih buruk dari pembaruannya pada tanggal 7 Maret sebesar -1,6%.

Meskipun tidak stabil di akhir kuartal (kuartal pertama 2025 berlangsung hingga Maret), perkiraan penurunan tersebut “bertepatan dengan beberapa ukuran lain yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan.”

Inflasi AS

Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS periode Februari 2025, pengukur inflasi utama untuk The Federal Reserve, akan dirilis pada Jumat (28/3/2025). Sebelumnya PCE di AS meningkat 2,5% tahun ke tahun pada Januari 2025, menandai perlambatan pertama dalam empat bulan, dibandingkan dengan 2,6% pada Desember 2024, dan sesuai dengan ekspektasi.

Kas138 Login

Sri Mulyani Mendadak Ungkap Situasi RI, Krisis Beneran?

Foto: Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (REUTERS/Willy Kurniawan/File Photo)

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati sempat mengungkap kondisi perekonomian Indonesia seiring dengan munculnya permasalahan pemutusan hubungan kerja atau PHK yang makin marak, dan daya beli masyarakat yang melemah.

Dalam sebuah pernyataan, Sri Mulyani mengatakan kondisi itu tidak bisa menjadi cerminan Indonesia sedang dalam situasi yang menuju krisis. Ia bilang Indonesia saat ini masih dalam situasi normal, sebab deflasi terjadi karena upaya menurunkan harga-harga yang diatur pemerintah, bukan karena daya beli masyarakat melorot.

Sebagaimana diketahui, deflasi di Indonesia yang terjadi secara beruntun pada awal 2025, yakni 0,76% secara bulanan pada Januari, dan 0,48% pada Februari 2025 berdasarkan catatan BPS. Sedangkan deflasi tahunan pada Februari 2025 sebesar 0,09%, setelah 25 tahun terakhir tak pernah ada catatan deflasi tahunan karena terakhir pada Maret 2000 sebesar 1,10%.

“Jadi kalau deflasi itu karena administered prices yang turun, bukan krisis. Ya bukan krisis kan karena memang didesain turun,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, dikutip Jumat (14/3/2025).

Sri Mulyani bilang, kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga barang-barang yang diatur pemerintah atau administered prices itu di antaranya diskon tarif listrik selama 2 bulan pada awal tahun ini, diskon pajak untuk tiket pesawat, hingga diskon tarif tol.

Ia pun mengklaim sebetulnya kinerja industri manufaktur juga masih kuat, meskipun banyak pabrik yang tumbang dan melakukan PHK terhadap karyawannya, seperti di antaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex.

Sri Mulyani menjelaskan, sepanjang 2024 bahkan industri manufaktur yang bergerak di bidang tekstil dan produk tekstil (TPT) masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,3%. Angka ini naik dibandingkan pada 2023 yang minus 2%.

“TPT yang walaupun karena terjadinya berita terhadap satu perusahaan mengalami kebangkrutan, tapi TPT kita tumbuh 4,3% di 2024 dibandingkan tahun sebelumnya yang negatif 2%,” tambah Sri Mulyani.

Begitu pula dengan industri alas kaki, Sri Mulyani mengatakan, angkanya masih tumbuh 6,8%, lebih tinggi dibanding 2023 yang minus 0,3%. “Artinya hingga akhir 2024 industri manufaktur kita baik yang labor intensive seperti TPT dan alas kaki, terutama industri kimia, elektronik, logam dasar mengalami kenaikan including makanan dan minuman,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, kinerja tersebut juga berkontribusi pada Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur RI Februari 2025 yang masuk ke kategori ekspansi karena di level 53,6.

“Outputnya positif (54,4), total permintaan positif 54,8, total tenaga kerja 53, stok barang jadi 51,7, dan stok input produksi 54,1. Kalau punya input berarti dia mau memproduksi, ini hal yang sangat bagus,” kata dia.

Slot1000

Siap-Siap Naik! Tarif Royalti Nikel RI Bakal Tertinggi dari Tetangga

Foto: Keterangan pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jakarta, 20 Maret 2025. (YouTve/Sekretariat Presiden)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mengerek tarif royalti di sektor mineral. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kontribusi penerimaan negara dari sektor tambang.

Meski begitu, para pelaku usaha menilai bahwa beban industri semakin berat dengan adanya kebijakan tersebut. Salah satunya seperti nikel yang sebelumnya ditetapkan sebesar 10% akan naik menjadi 14-19%.

Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengatakan apabila tarif royalti naik menjadi 14-19%, Indonesia akan memiliki tarif royalti tertinggi dibandingkan dengan negara penghasil nikel lainnya.

“Kita tarif royalti saat ini kan 10%. Akan ada kenaikan 14-19%. Ternyata dari seluruh negara penghasil nikel kita yang tertinggi yang 10% sebelum tambah yang 14-19%,” ujarnya dalam Press Conference Wacana Kenaikan Tarif Royalti Pertambangan, dikutip Jumat (21/3/2025).

Meidy menilai di beberapa negara seperti Amerika Serikat, negara-negara Asia, Eropa, dan bahkan negara tetangga tarif royalti nikel lebih rendah. Beberapa negara bahkan menerapkan royalti berbasis keuntungan.

“Di beberapa negara, Amerika, Amerika Asia, dan Eropa, dan negara-negara tetangga kita, royalti itu lebih rendah. Di Indonesia. Itu kalau royalti 10%. Kalau ditambah lagi 14-19% waduh. Kita benar-benar negara kaya ya,” ujarnya.

Menurut dia, kenaikan royalti ini akan semakin membebani industri yang saat ini sudah menghadapi berbagai macam kebijakan lainnya. Misalnya seperti naiknya harga B40, aturan DHE ekspor dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%.

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menilai bahwa kebijakan tersebut menambah tekanan bagi industri pertambangan yang telah menghadapi berbagai tantangan sebelumnya.

“Awal Januari sudah ada isu, cuma mungkin pada saat itu kita dihadapi oleh kalau ibaratnya badai, ini badainya banyak banget ya,” kata Hendra.

Hendra lantas menjelaskan bahwa sejak awal tahun, industri pertambangan sudah dihadapkan pada sejumlah regulasi baru yang memberatkan. Selain wacana kenaikan royalti, terdapat kebijakan lain yang juga berdampak signifikan.

Mulai dari implementasi biodiesel B40, kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE), Peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%, Global Minimum Tax dan lain sebagainya.

“Industri batubara juga terbebani dengan royalti tinggi, harga jual domestik batubaranya dari 2018, ini Pak kita dari dulu harganya dipatok, dan banyak isu lagi belum HBA, dan di industri mineral juga HMA, jadi isunya memang bertubi-tubi, kemudian muncul isu royalti yang akan menjadi istilah internal compensation, jadi kayak apa, udah pamungkasnya mungkin ya,” kata Hendra.

BET88

Mudik Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Askes Faskes Bisa di Mana Saja

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan paparan dalam CNBC Indonesia Insurance Forum di Jakarta, Kamis (27/2/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan paparan dalam CNBC Indonesia Insurance Forum di Jakarta, Kamis (27/2/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti memastikan bahwa seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap bisa mengakses pelayanan, baik administrasi kepesertaan maupun layanan kesehatan selama libur Lebaran 2025.

Ghufron menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan mengusung prinsip portabilitas yang akan memudahkan para peserta JKN mengakses layanan kesehatan di mana pun.

“Di masa libur Lebaran, apabila peserta berada di luar daerah tempat asalnya, peserta masih dapat mengakses di fasilitas kesehatan yang bukan tempat dirinya terdaftar. Jika peserta dalam kondisi kegawatdaruratan medis, seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta,” ucap Ghufron, dalam acara Konferensi Pers BPJS Kesehatan di Cikini, Jakarta pada Rabu (19/3/2025).

Untuk menunjang pelayanan tetap optimal, Ghufron menerangkan bahwa berbagai layanan BPJS Kesehatan siap melayani peserta JKN di masa libur Lebaran 2025. Ada lima kanal layanan yang tersedia, yakni:

1. Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di 08118165165 yang bisa diakses setiap hari. Adapun layanannya berupa administrasi (jam layanan 8.00-17.00), layanan informasi, dan pengaduan selama 24 jam.

2. Aplikasi JKN Mobile yang melayanin informasi, administrasi, dan pengaduan

3. BPJS Satu untuk melayani informasi dan pengaduan Rumah Sakit

4. Call center 165 yang bisa diakses 24 jam untuk melayani informasi, administrasi, dan pengaduan

5. Website BPJS Kesehatan untuk layanan informasi, pengaduan, dan administrasi.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyiapkan posko mudik yang tersebar di berbagai titik, diantaranya:

1. Terminal Bus Pulogebang, Jakarta Timur,

2. Pelabuhan Merak, Banten,

3. Rest Area Jalan Tol Cikampek Km 88A,

4. Rest Area Jalan Tol Cipali Km 166, Majalengka,

5. Rest Area Jalan Tol Ungaran Km 429A, Semarang,

6. Terminal Bus Purabaya, Sidoarjo,

7. Bandara Soekarno Hatta,

8. Rest Area Jalan Tol Cipali 168B, Majalengka (khusus arus balik).

Slot88 Resmi

Prabowo Bakal Tinjau Investasi ‘Raksasa’ China di Batang Rp 16 T

Presiden Prabowo Subianto di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (17/3/2025). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (17/3/2025). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto rencananya akan meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis. Langkah itu adalah realisasi investasi dari kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan otoritas kota Fujian, China.

“Jadi kerjasama antara Indonesia dengan (kota) Fujian untuk mendorong investasi industri di kawasan ekonomi khusus di Batang. Dan rencananya mereka akan investasi sekitar Rp 16 triliun,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (18/3/2025).

Airlangga mengatakan investasi ini sudah menjadi pembicaraan sebelumnya antara Prabowo dengan Presiden China Xi Jinping beberapa waktu lalu. Sehingga kunjungan kerja ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan itu.

Selain itu dalam rapat itu, Airlangga juga menyampaikan undangan kepada presiden untuk proyek pengembangan kawasan perluasan di KEK Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Hal ini terkait proyek investasi data center.

Salah satunya, lanjut Airlangga, memberikan undangan untuk mengunjungi Kawasan Khusus Singhasari di Malang, Jawa Timur. Karena sudah ada investasi dari King’s College, London, Inggris.

“Dan nanti akan masuk Queen Marry (University) ke kawasan ekonomi Singhasari juga, ini bagian dari keluarga Rusell Group (asosiasi unviersitas), ini beberapa yang ada di sana nanti pada waktunya presiden akan lakukan kunjungan,” kata Airlangga.

Slot Qris

RI Untung Besar Dagang dengan Amerika, Ini Datanya!

Singapura, AS &China Doyan Kasih Utang ke RI, Tembus Ribuan Triliun
Foto: Infografis/Singapura, AS &China Doyan Kasih Utang ke RI, Tembus Ribuan Triliun/Aristya Rahadian

Neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat surplus pada bulan-bulan awal tahun ini, bahkan terjadi peningkatan surplus neraca perdagangan dibanding periode Januari-Februari 2024.

“Surplus neraca perdagangan non migas kumulatif terbesar hingga Februari tahun ini terjadi dengan Amerika Serikat,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers APBN di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/3/2025).

Nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan AS pada periode Januari-Februari 2025 sebesar US$ 3,14 miliar, naik dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 2,65 miliar.

Surplus ini terutama ditopang oleh sejumlah barang, yakni mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) sebesar US$ 577 juta, pakaian dan aksesorinya yang berupa rajutan (HS 61) US$ 433,3 juta, dan alas kaki (HS 64) yang surplus 407,7 juta.

Selain dengan AS, Indonesia juga mengalami surplus neraca perdagangan terbesar dengan India senilai US$ 2,04 miliar, namun turun dibanding Januari-Februari 2024 yang sebesar US$ 2,53 miliar.

Dengan Filipina juga surplus sebesar US$ 1,48 miliar atau naik dari periode yang sama tahun lalu senilai US$ 1,26 miliar. Demikian juga dengan ASEAN yang surplus US$ 2,12 miliar dari sebelumnya defisit US$ 440 juta, dan Uni Eropa surplus US$ 1,02 miliar dari sebelumnya hanya surplus US$ 940 juta.

Adapun negara yang kinerja perdagangannya mampu mengalahkan Indonesia, yaitu China, Australia dan Brazil. Neraca perdagangan Indonesia defisit US$ 3,53 miliar, dengan Australia US$ 630 juta, dan Brazil US$ 230 juta.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia masih mampu surplus US$ 6,61 miliar atau naik US$ 3,78 miliar dibandingkan dengan periode Januari-Februari 2024 yang hanya sebesar US$ 2,83 miliar.

Fenomena Cincin Saturnus Hilang Sebentar Lagi, Ini Alasannya

Ilustrasi Planet saturnus (Image by Reimund Bertrams from Pixabay)
Foto: Ilustrasi Planet (Image by Reimund Bertrams from Pixabay)

Planet terbesar kedua di Tata Surya yang memiliki cincin yakni Saturnus akan masuk dalam fenomena yang cukup jarang terjadi. Cincin yang mengitari planet itu akan menghilang pada 23 Maret 2025 mendatang.

Karena Saturnus akan miring dan membuat cincin tidak akan terlihat. Fenomena tersebut terjadi setiap 29,5 tahun atau saat planet mengitari Matahari, dikutip dari Unilad, Selasa (11/3/2025).

Para ilmuwan mengungkapkan cincin tidak akan terus menerus menghilang. Cincin akan kembali dan paling terang pada 21 September 2025 mendatang.

Namun kemudian, cincin Saturnus kembali menghilang pada November atau sembilan bulan setelah fenomena terjadi bulan ini.

Sementara itu, cincin yang mengelilingi Saturnus memang bisa saja menghilang sepenuhnya. Bukan dalam waktu dekat, melainkan butuh ratusan juta tahun lagi.

Salah satu yang diungkapkan adalah butuh sekitar 300 juta tahun lagi untuk cincin bisa hilang.

Wahana antariksa Cassini milik NASA juga memberikan laporan terbaru soal cincin tersebut pada 2017. Menurut catatan tersebut, setidaknya butuh waktu 100 juta tahun lagi untuk cincin bisa hilang permanen.

Cincin Saturnus akan menghilang karena sejumlah alasan. Mulai dari radiasi ultraviolet (UV) Matahari hingga tabrakan dengan meteorid lain atau yang membuat partikel es menguap.

Sebagai informasi, cincin Saturnus pertama kali ditemukan oleh astronom Galileo Galilei pada 1610. Sejak saat itu cincin selalu nampak dan terus dilakukan pengamatan.

Terungkap! Ini Penyebab Tarif Ojol Beda-Beda Meski Jarak Tempuh Sama

Ilustrasi Ojek Online. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Ojek Online. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Tarif ojek online (ojol) sering kali berubah-ubah meski jarak yang ditempuh sama. Hal ini diungkap oleh M Irfan Dwi Putra, Junior Researcher di Center for Digital Society (CfDS), Universitas Gadjah Mada.

Adapun, temuan Irfan tersebut didasarkan pada hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh CfDS bekerja sama dengan Pulitzer Center Indonesia.

Berdasarkan pengalamannya dua bulan lalu, dia mencatat untuk perjalanan sejauh 5,1 kilometer dari kawasan Blok M, Jakarta Selatan ke rumahnya, ia perlu membayar Rp17.500.

Namun, selang tiga minggu kemudian, untuk rute yang sama tarifnya naik menjadi Rp 26.500. Sekalipun jarak yang dilalui tetap sama dan hanya waktu tempuhnya yang lebih lambat empat menit.

Lantas bagaimana hal ini bisa terjadi?

Menurut Irfan jawabannya terletak pada teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digunakan oleh perusahaan transportasi online.

Dalam operasionalnya, industri ride-hailing rupanya menggunakan sistem AI yang tidak hanya menentukan tarif, tetapi juga berguna untuk mempertemukan pengemudi dengan pengguna serta merekomendasikan rute tercepat.

Sistem AI bekerja dengan algoritma kompleks yang memproses data, mengenali pola, dan membuat keputusan secara otomatis. Salah satu cabang AI yang digunakan adalah machine learning memungkinkan sistem belajar sendiri dari data tanpa perlu diprogram secara khusus.

Namun, persoalannya yakni seiring dengan semakin kompleksnya sistem pembelajaran AI, semakin sulit pula bagi manusia untuk memahami bagaimana keputusan dibuat.

“Jadi, manusia bisa mengetahui input dan output dari sistem AI tersebut, tetapi tidak tahu bagaimana cara output tersebut dihasilkan. Hal inilah yang menyebabkan sistem kerja internal algoritma AI sering disebut sebagai black box atau kotak hitam yang tertutup,” kata Irfan dikutip dari theconversation, Sabtu (15/3/2025).

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, dalam sistem transportasi online, cara kerja black box yang tidak transparan ini membuat tarif bisa berubah-ubah tanpa alasan yang jelas.

Algoritma AI sangat mungkin menetapkan tarif yang berbeda untuk perjalanan dengan asal dan tujuan yang sama tanpa alasan yang dapat dimengerti oleh pengguna. Ketidakjelasan dalam penentuan tarif ini tentu saja mempengaruhi kepercayaan pengguna.

Sistem ini juga berdampak pada driver. Terlebih cara kerja AI dalam mempertemukan driver dengan pengguna tidak bisa ditakar.

“Pengemudi mitra yang lokasinya dekat dengan pengguna, belum tentu akan mendapatkan pesanan karena algoritma bekerja dengan mempertimbangkan banyak faktor-yang tidak diketahui driver,” tambahnya.

Kondisi ini lantas mengakibatkan distribusi pesanan tidak merata. Dengan demikian, berimbas pada pendapatan driver yang tidak stabil serta jam kerja yang semakin panjang dan tidak menentu.

“Driver pun bisa merasa dirugikan karena sistem yang berlaku cenderung eksploitatif dan tidak adil. Dalam jangka panjang, ketidakpercayaan ini bisa memperburuk kondisi kerja di industri gig economy,” ujarnya.

Butuh Aturan dan Transaparansi

Untuk mengatasi masalah ini, kata dia, perlu ada aturan yang mewajibkan perusahaan transportasi online lebih transparan membuka sistem mereka.

Menurut dia, perkembangan AI dewasa ini telah memunculkan konsep yang disebut sebagai explainable AI (XAI). Melalui konsep ini, sistem AI bisa menjelaskan bagaimana mereka mengambil keputusan hingga akhirnya menghasilkan output tertentu.

Dalam konteks industri transportasi online, XAI dapat menjelaskan bagaimana tarif dihitung dan mengapa tarif yang berbeda berlaku untuk perjalanan dari dan ke tempat yang sama.

XAI juga bisa menunjukkan alasan mengapa driver A yang mendapatkan pesanan. Sementara driver B tidak demikian meski keduanya berada di tempat yang sama.

“Penerapan XAI dalam industri ride-hailing bisa diberlakukan jika ada regulasi yang mewajibkan penyelenggara sistem AI mengungkapkan cara kerja sistem AI mereka,” katanya.

Adapun, beberapa negara di dunia diketahui sudah mulai mengatur hal ini. Uni Eropa misalnya, lewat EU AI Act mewajibkan sistem AI dalam layanan penting seperti kesehatan, keselamatan, atau hak-hak fundamental lainnya, didesain dengan transparan.

“Jika merujuk pada Annex III EU AI Act, industri ride-hailing masuk dalam kategori hak-hak fundamental,” ujar Irfan.

Ia pun menilai regulasi yang mewajibkan transparansi dalam sistem AI akan membuat platform ride-hailing bertanggung jawab menyediakan informasi tentang cara kerja sistem AI di dalam platformnya.

Salah satu hal yang dapat dilakukan misalnya dengan memberikan akses kepada pengguna maupun driver untuk mengetahui komponen tarif dan cara penghitungannya, serta faktor yang mempengaruhi lonjakan harga.

Selain itu, platform juga perlu menjelaskan bagaimana sistem matching antara pengguna dengan driver bekerja. Dengan transparansi ini, keputusan algoritma tidak akan terasa sewenang-wenang lagi.

“Pengguna dan driver pun bakal merasa diperlakukan lebih adil dalam transaksi,” katanya.

Kas138

Ditanya Soal Ada Perusahaan Swasta Cicil THR, APINDO Jawab Begini

Ilustrasi Upah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi Upah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dalam beberapa hari ke depan, pengusaha harus menunaikan kewajibannya dalam membayar tunjangan hari raya (THR). Berbeda dengan masa awal Covid-19 di mana pemerintah mengizinkan pembayaran THR dalam bentuk dicicil, di tahun ini tidak.

Namun kalangan pengusaha tidak menampik kemungkinan adanya pelaku usaha yang kesulitan untuk membayar THR dengan kontan atau langsung, sehingga ada kemungkinan THR dicicil.

“Selalu saja dalam perusahaan ada yang mampu atau tidak mampu. Hal yang lumrah dalam bisnis,” kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam kepada CNBC Indonesia, Jumat (14/3/2025).

Apalagi belakangan ekonomi sedang tidak baik, terlihat dari banyaknya pabrik tekstil hingga sepatu yang tutup. Ada tudingan terjadinya PHK karena pelaku usaha enggan membayar THR.

“Mungkin ada yang seperti itu tapi sangatlah riskan, karena PHK bukan hal mudah harus ada cash flow juga dan sebagainya,” ujar Bob.

Namun perusahaan yang melakukan PHK tetap harus menyiapkan banyak hal, mulai dari pesangon yang nilainya berkali-kali lipat dari gaji hingga biaya lainnya. Hal itu tidak mudah dilakukan.

Apalagi pengusaha juga tidak bisa menghindar dari kewajiban dalam pembayaran THR meski ada PHK, utamanya bagi perusahaan yang memiliki kemampuan.

“Kan kalau PHK menjelang Lebaran maka THR harus dibayar juga,” sebut Bob.

Aturan THR Lebaran 2025

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun 2025 untuk pekerja di sektor swasta, BUMN, dan BUMD. Aturan ini dikeluarkan untuk memastikan setiap pekerja mendapatkan haknya dengan tepat dan secara penuh sebelum hari raya tiba, atau selambatnya tujuh hari sebelum Lebaran.

Menurut SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04.00/III/2025, THR merupakan hak wajib yang harus diberikan oleh pengusaha kepada para pekerja. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan serta Permenaker No. 6 Tahun 2016 yang khusus mengatur soal pelaksanaan THR. Intinya, semua pekerja yang telah bekerja selama minimal 1 bulan secara terus-menerus berhak mendapatkan THR.

Adapun formulasi besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:

  1. Bagi Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan Upah.
  2. Bagi Pekerja/Buruh yang mempunyai masa keria 1 bulan secara terus menerus atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: Masa kerja : 12 x 1 (satu) bulan upah
  3. Bagi Pekerja/Buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut:
    Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata Upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.
    Pekeria/Buruh yang mempunyai masa keria kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
  4. Bagi Pekerja/Buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.

Kas138

Deflasi Saat PHK Marak & Daya Beli Turun, Sri Mulyani: Bukan Krisis!

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers usai rapat tertutup membahas program 3 juta rumah di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Rabu (19/2/2025) malam. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers usai rapat tertutup membahas program 3 juta rumah di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Rabu (19/2/2025) malam. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat tren deflasi beruntun yang tengah dialami Indonesia, bila dibandingkan dengan dokumen RPJMN 2025-2029 yang disusun Kementerian PPN/Bappenas.

Dalam dokumen RPJMN 2025-2029 yang termuat dalam Perpres 12 Tahun 2025, di halaman 39-nya tertulis deflasi sebagaimana yang terjadi pada 2024 merupakan tanda melemahnya daya beli masyarakat, menyebabkan maraknya pemutusan hubungan kerja atau PHK di tanah air, karena lemahnya permintaan terhadap barang-barang produksi industri.

Sementara itu, bagi Sri Mulyani, deflasi di Indonesia yang terjadi secara beruntun pada awal 2025, yakni 0,76% secara bulanan pada Januari, dan 0,48% pada Februari 2025 merupakan hasil desain pemerintah untuk menurunkan berbagai harga-harga yang bisa diatur pemerintah (administered prices).

“Jadi umpama 2 bulan kita kasih diskon listrik pasti harga turun,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

“Kemudian kita lakukan langkah-langkah, teman-teman yang melakukan mudik dari mulai PPN DTP tiket, harga tol, jadi kalau deflasi itu karena administered prices yang turun bukan krisis, bukan krisis kan karena memang didesain turun,” tegasnya.

Ia pun meminta semua pihak untuk tidak mendramatisir data-data ekonomi Indonesia saat ini.

Termasuk soal data PHK yang enggan ia kaitkan dengan urusan kemunculan deflasi. Sebab, menurutnya, berbagai indikator yang mencerminkan kuatnya kinerja industri manufaktur masih bermunculan.

Misalnya, Purchasing Managers Index (PMI) Industri Manufaktur Indonesia masih terus di level ekspansif hingga data terakhir per Februari 2025 sebesar 53,6 atau naik dari catatan per Januari 51,9.

“Ada PHK tapi kami dipresentasi tadi menyebutkan sektor industri manufaktur even untuk TPT, tekstil dan produk da4i tekstil, dan alas kaki itu labour intensive ekspornya growth naik,” ungkapnya.