Program ini berfokus pada pengembangan produk kakao fermentasi yang kini telah berhasil menembus pasar internasional, mulai dari Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Jepang, hingga Australia.
“Melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan mitra strategis, kami berkomitmen memastikan desa binaan LPEI mampu meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar global secara berkesinambungan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, manfaat Desa Devisa tidak hanya berupa peningkatan ekspor, tetapi juga pembentukan ekosistem ekspor yang berkelanjutan, pemberdayaan desa, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan komunitas lokal.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), dan LPEI.
Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi pertukaran data dan informasi antarinstansi, pemetaan serta klasterisasi desa ekspor, hingga penetapan desa percontohan yang akan dijadikan model pembinaan Desa BISA Ekspor.
Selain itu, pendampingan desa akan difokuskan pada empat pilar, yakni peningkatan sumber daya ekspor, promosi produk ke pasar global, akses permodalan dan pembiayaan, serta penguatan logistik, rantai pasok, dan digitalisasi.
“Mulai besok pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun ruang kelas baru agar anak-anak bisa kembali belajar dengan normal di ruangannya,” kata Dedi Mulyadi melalui akun resmi media sosialnya, Rabu.
Menurut Dedi, langkah cepat pemerintah provinsi membangun ruang kelas baru sangat penting agar proses kegiatan belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama pemerintahannya.
Pembangunan ruang kelas baru dijadwalkan mulai dilaksanakan secepat mungkin dengan target penyelesaian pada sisa waktu tahun 2025.
“Kita masih punya September, Oktober, November, dan Desember. Kita harus gunakan waktu itu untuk menyelesaikan pembangunan,” ujarnya.
Ia menyebut upaya tersebut dilakukan agar siswa SMKN 1 Cileungsi bisa kembali bersekolah dengan aman dan nyaman, karena ketersediaan ruang belajar yang layak merupakan hak mendasar bagi seluruh siswa.
Dedi juga menyoroti kualitas pembangunan SMKN 1 Cileungsi yang disebut dibangun pada 2016. Ia menilai buruknya kualitas konstruksi menjadi penyebab atap sekolah tersebut roboh meskipun bangunan belum terlalu lama berdiri.
“Dipastikan kualitas pembangunannya buruk kalau sampai atapnya roboh. Untuk itu saya sudah meminta inspektorat melakukan pemeriksaan, termasuk siapa yang dulu membangunnya. Setiap orang harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain instruksi teknis, ia menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan dunia pendidikan di Jawa Barat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat di lokasi kejadian, menyebutkan atap dan dinding bangunan SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk pada Rabu pagi ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung, menyebabkan sedikitnya 31 siswa dan guru mengalami luka-luka.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.15 WIB di Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi. Saat itu, siswa kelas 10 dan 12 sedang mengikuti pelajaran, kemudian tiba-tiba bagian atap dan dinding ruang kelas runtuh.
Laporan BPBD mencatat ada empat ruangan yang terdampak, terdiri atas dua ruang kelas dan dua ruang pertemuan. Sejumlah siswa yang berada di dalam ruangan tertimpa reruntuhan sebelum berhasil dievakuasi oleh guru dan petugas gabungan.
“Pada tanggal 13 September akan ada penambahan maskapai Malindo yang terbang dari Palembang ke Malaysia dan sebaliknya,” kata General Manager Bandara SMB II Palembang R Iwan Winaya di Palembang, Rabu.
Ia menjelaskan penerbangan perdana maskapai ini akan dilakukan pada akhir pekan nanti. Pihaknya juga akan melihat antusias masyarakat terhadap rute penerbangan internasional ini. Sebab, pada rute yang sama juga ada AirAsia yang lebih dulu membuka rute ini.
“Nanti kita lihat, karena penerbangan perdana Malindo nanti kan saat hari libur (akhir pekan). Jika tinggi, artinya minat masyarakat yang ingin ke luar negeri cukup tinggi,” jelasnya.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan asal penumpang yang berangkat dari Bandara SMB II Palembang apakah berasal dari Sumsel atau bukan.
“Bisa jadi, mereka yang berangkat dari bandara kita merupakan warga Jambi, Bengkulu atau Pangkal Pinang. Kalau data detilnya ada di imigrasi yang melakukan verifikasi paspor,” ujarnya.
Ia mengatakan untuk penerbangan internasional dari AirAsia masih cukup tinggi hingga saat ini. Load factor atau tingkat keterisian kursi pada penerbangan internasional masih di kisaran 90 persen baik pada hari kerja maupun akhir pekan, tingkat keterisiannya tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh waktu.
Tingginya okupansi tersebut salah satunya karena terbatasnya jumlah maskapai yang melayani penerbangan internasional di bandara tersebut.
“Saat ini baru satu maskapai yang melayani rute internasional, yaitu AirAsia. Mudah-mudahan setelah bertambah okupansinya tetap tinggi,” kata Iwan.
Menurut NIEER, studi ini dilakukan bersama-sama oleh para peneliti dari NIEER, Universitas Exeter, dan Universitas Lanzhou. Temuan studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal npj Climate and Atmospheric Science.
Dalam satu dekade terakhir, gelombang dingin musim dingin ekstrem sering melanda benua Eurasia, menimbulkan ancaman serius bagi nyawa dan harta benda masyarakat serta perkembangan sosial-ekonomi.
Tim peneliti melakukan dua jenis eksperimen yang signifikan, yaitu eksperimen atmosfer yang hanya mempertimbangkan proses atmosfer dan eksperimen yang terintegrasi sepenuhnya dan melibatkan proses interaksi laut-udara.
Pengujian yang sepenuhnya terintegrasi berhasil mereproduksi sinyal gelombang dingin yang mendekati pengamatan, sementara respons dalam eksperimen atmosfer sangat lemah, menurut studi tersebut.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mencairnya es laut memicu pemanasan abnormal suhu permukaan laut di Samudra Atlantik Utara dan Samudra Pasifik Utara melalui proses interaksi laut-atmosfer.
Oleh karena itu, mencairnya es laut mendorong perpindahan panas atmosfer ke arah utara ke wilayah kutub, menyebabkan pemanasan yang signifikan di Arktik, dan dengan demikian menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk terjadinya gelombang dingin, menurut studi tersebut.
Studi ini memberikan landasan ilmiah yang penting untuk meningkatkan kapasitas prakiraan yang lebih luas untuk gelombang dingin ekstrem serta memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi bencana.
Studi ini juga memberikan perspektif baru mengenai perubahan cepat di Arktik dan mekanisme umpan balik iklimnya, mengingat latar belakang perubahan iklim, demikian NIEER.
“Tindak pidana koneksitas diadili di pengadilan umum. Jadi, tindak pidana koneksitas diadili di pengadilan umum, militernya juga diadili di pengadilan umum bersama-sama dengan sipil oleh majelis yang sama,” kata Agustinus saat uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi Mahkamah Agung itu menjelaskan, tindak pidana koneksitas terdiri atas dua pelaku atau lebih yang tunduk pada peradilan berbeda, yakni umum dan militer.
Adapun basis tindak pidana koneksitas ialah deelneming atau penyertaan. Namun, pada praktiknya, tindak pidana koneksitas cenderung diadili secara terpisah.
“Yang militer diadili di pengadilan militer, yang sipil diadili di pengadilan sipil, sesuai dengan kompetensi absolut sejak dari penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan dilakukan secara splitzing (dipisah),” ucap dia.
Agustinus menyebut pemeriksaan perkara koneksitas secara penyertaan baru diterapkan dalam kasus besar yang menarik perhatian publik, khususnya tindak pidana korupsi (tipikor). Sementara itu, pidana umum lainnya belum diberlakukan demikian.
Menurut dia, kondisi itu setidaknya memiliki tiga kelemahan.
Pertama, ketika terdakwa dihadirkan sebagai saksi di perkara terdakwa lainnya atau disebut saksi mahkota. Pidana koneksitas yang diperiksa secara terpisah memungkinkan terdakwa sipil dihadirkan untuk perkara terdakwa militer, begitu pula sebaliknya.
“Secara tidak langsung juga ini terjadi kehilangan kebebasan bagi tersangka, hak ingkarnya tentu dihilangkan karena sudah pernah disumpah ketika jadi saksi,” kata dia.
Kedua, terjadi potensi disparitas pemidanaan. Karena perkara koneksitas diadili dua pengadilan yang berbeda, terdapat kemungkinan majelis hakim menjatuhkan putusan yang berbeda.
Ketiga, perihal barang bukti. Menurut dia, ketika diproses secara terpisah, pengadilan umum dan pengadilan militer akan berebut menghadirkan barang bukti yang sama, terutama ketika salah satu pengadilan tengah memeriksa barang bukti tersebut.
“Tiga kelemahan ini tentu bisa dihindari kalau praktik dua pelaku tindak pidana yang tunduk pada pengadilan yang berbeda ini diadili dalam proses koneksitas sehingga sinergitasnya, keadilannya, dan kepastian hukumnya akan tercapai,” ucapnya.
Oleh sebab itu, dalam makalah yang ia presentasikan di hadapan Komisi III DPR RI, Agustinus berkesimpulan bahwa tindak pidana koneksitas sebaiknya diadili di pengadilan umum. Kendati begitu, dia tidak menutup kemungkinan perkara tersebut diadili di pengadilan militer.
“Kecuali ditemukan dari hasil pemeriksaan penyidikan ada keadaan tertentu. Keadaan tertentu itu dilihat dari kepentingan kerugian. Jika kerugian besar ada pada militer, barulah diadili di pengadilan militer, berdasarkan keputusan ketua Mahkamah Agung,” ucapnya.
Dia meyakini memeriksa dan mengadili pelaku tindak pidana koneksitas dengan dakwaan dan di pengadilan yang sama akan memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum, sekaligus menciptakan peradilan yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.
Diketahui Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk 13 calon hakim agung dan tiga calon hakim ad hoc hak asasi manusia di Mahkamah Agung yang sebelumnya telah diseleksi oleh Komisi Yudisial.
Uji kelayakan dan kepatutan dimulai pada Selasa (9/9) kemarin, dilanjutkan pada Rabu ini, lalu disambung pada Kamis (11/9) dan Selasa (16/9). Pada hari terakhir, akan dilaksanakan pula rapat pleno Komisi III DPR RI untuk penetapan calon terpilih.
Anak ketiga dari empat bersaudara itu membuktikannya hingga kemudian dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) atau IPB University pada Sabtu (30/8).
“Orang tua saya selalu berpesan kepada empat anaknya, salah satu jalan bisa bermartabat adalah melalui pendidikan bukan gelar atau jabatan. Akan tetapi berilmu dan bermanfaat bagi orang lain. Maka kejarlah pendidikan setinggi mungkin,” kenang Sofyan yang dikukuhkan sebagai guru besar pada usia 46 tahun itu.
Masa kecil dilalui Sofyan di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang pada saat itu sedikit anak yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Meski melewati tantangan yang tak mudah di daerah asalnya, Sofyan membuktikan dengan kedisiplinan dan konsistensi setiap orang bisa meraih cita-cita yang diinginkannya.
Beruntung, ia memiliki orang tua yang mengajarkan kepemimpinan dan kedisiplinan pada anak-anaknya. Selain itu, kakak pertamanya, Prof Hasbullah Syaf yang saat ini Guru Besar Evaluasi Lahan Fakultas Pertanian Universitas HaluOleo, juga menjadi sosok yang menginspirasinya.
“Apapun yang kakak saya lakukan, maka saya akan ikuti. Kalau kakak saya sarjana, maka saya juga harus sarjana bahkan harus melampauinya. Kalau saya Ketua OSIS saat SMA, saya juga harus jadi Ketua OSIS. Kakak saya menjadi inspirasi untuk menjadi lebih baik lagi bahkan kalau bisa harus melampauinya,” kenang Dekan FEMA IPB itu.
Selepas SMA di Kendari, ia melanjutkan pendidikan di IPB pada program studi Teknologi Hasil Ternak. Pendidikan pascasarjana magister dan doktoral juga di IPB dengan bidang keahlian sosial pedesaan.
Sebelum berkarier sebagai dosen, ia pernah menjadi wartawan dan bekerja di perusahaan swasta. Namun ia kemudian memutuskan untuk kembali ke kampus dan menjadi dosen.
“Bagi saya profesi yang merdeka itu ada dua yakni jadi politisi dan akademisi. Politisi merdeka karena dapat mengutarakan pendapat dan menentukan kebijakan, sementara akademisi cakupannya lebih luas dan suaranya didengar karena memiliki basis argumentasi ilmiah,” kata ayah dari Shaffan Amzari Sjaf tersebut.
Selama menjadi dosen yang fokus pada sosiologi pedesaan, ribuan desa di Tanah Air telah dijelajahinya. Dari kunjungan-kunjungan yang dilakukan, ia menyadari bahwa ada persoalan dalam pembangunan, terutama persoalan data yang menjadi landasan utama dalam perencanaan pembangunan.
Uniba Papua menggelar kuliah umum dengan tema sinergi literasi digital dan kearifan lokal disampaikan oleh Ketua Majelis Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer atau LAM Infokom, Zainal Arifin Hasibuan di hadapan ratusan mahasiswa Uniba Papua.
Rektor Uniba Papua Marthen Medlama di Wamena, Sabtu, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara umum dengan memadukan pengetahuan tradisional dan teknologi modern.
“Literasi digital sangat penting dan dibutuhkan untuk mengelola pembangunan di segala bidang, dimana literasi digital dapat digabungkan dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Papua,” katanya.
Menurut dia, meskipun Uniba Papua masih berusia dua tahun, telah memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di Papua Pegunungan.
“Kami harap Uniba Papua menjadi rujukan anak-anak Papua Pegunungan menuntut ilmu untuk meraih masa depan yang lebih baik di era digitalisasi saat ini,” ujarnya.
Dia mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dapat mendukung Uniba Papua dalam memberikan pendidikan optimal bagi generasi muda daerah ini.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu perguruan tinggi di Papua Pegunungan untuk mendidik anak-anak yang kurang mampu dan tidak berkesempatan kuliah di luar daerah,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso mengatakan perguruan tinggi merupakan instrumen utama dalam membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya Papua Pegunungan.
“Pemerintah terus memberikan dukungan dan perhatian kepada perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya dalam mendukung program pemerintah meningkatkan SDM generasi muda daerah ini,” ujarnya.
“Program Opla tersebar di Papua, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan serta di beberapa provinsi lainnya di Indonesia,” kata Kepala BRMP Rawa Dr Wahida Annisa Yusuf di Banjarbaru, Sabtu.
Wahida menjelaskan Opla merupakan upaya meningkatkan produktivitas lahan rawa yang sudah ada dengan perbaikan tata air dan teknis pertanian. Tujuannya mendukung swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan dengan cara memaksimalkan pemanfaatan lahan.
Dia menyebut penerapan teknologi di lahan rawa penting agar penanaman maksimal dan hasilnya optimal. Karena ketika keliru melakukan pengelolaannya maka berdampak tereksposnya unsur meracun yang mengakibatkan tanaman mati dan tidak optimal.
Seperti di Kalimantan Selatan, Wahida menjelaskan, kondisi lahan sebagian besar rawa lebak dan pasang surut. Untuk rawa lebak yang terdapat di wilayah utara Kalsel yakni kawasan hulu sungai, petani harus bisa mengendalikan air melalui pembangunan tanggul.
“Program Opla ini menjadi bagian penting dari percepatan peningkatan produktivitas rawa lebak yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,” ungkap Wahida.
Sedangkan lahan pasang surut yang terdapat di Kabupaten Barito Kuala, perlu diperhatikan pirit bersifat toksik seperti diibaratkan macan tidur yang jika terekspos maka lahan menjadi masam dan akhirnya tidak bisa ditanami.
Pratu TB dikenakan pasal 338 KUHP jo pasal 80 UU tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
“Selain itu, Pratu TB yang merupakan anggota Pomdam XVII itu terancam dipecat dari Dinas TNI-AD,” kata Kolonel CPM Laksono Puji Lisdyanto kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.
Dikatakan, penyidik sudah meminta keterangan dari lima orang saksi termasuk tiga rekan pelaku yang berada di dalam kendaraan.
Dari laporan yang diterima insiden penembakan yang terjadi pada Rabu (3/9) malam, berawal percekcokan antara korban (Obet Manaki) dengan pelaku terkait uang parkir, dan korban melakukan pemukulan mengenai bibir pelaku sehingga langsung dibalas pelaku tapi tidak kena lalu korban melarikan diri.
Tidak selang beberapa lama kemudian korban datang lagi dan melempari mobil yang ditumpangi pelaku dengan menggunakan batu kecil sebanyak dua kali sehingga pelaku mengejar dan menembak korban.
“Pratu TB ditangkap Kamis (4/9) dini hari dan sore harinya diserahkan ke POM untuk diproses lebih lanjut,” kata Kolonel CPM Laksono.
Berdasarkan statistik IFSC yang dikutip di Jakarta, Sabtu, dalam daftar delapan besar yang masuk ke final, Putra berada di urutan keempat dengan mencatatkan skor 40, setelah bersaing dengan 23 atlet elite dunia lainnya di babak semifinal.
Posisi teratas dihuni Sorato Anraku dari Jepang dengan skor 41+, disusul Toby Roberts dari Inggris dan Alberto Gines Lopez asal Spanyol, yang sama-sama mengumpulkan skor 40+.
Selain Putra, atlet-atlet papan atas lain yang juga melaju ke babak final antara lain Jakob Schubert (Austria), Neo Suzuki dan Satone Yoshida (Jepang), serta Adam Ondra (Republik Ceko), yang masing-masing menempati posisi kelima sampai kedelapan.
Keberhasilan wakil Tanah Air itu menembus final menjadi catatan penting bagi tim panjat tebing Indonesia, mengingat kompetisi IFSC Climbing World Cup, merupakan ajang paling bergengsi di kalender internasional yang mempertemukan para pemanjat terbaik dunia.
Babak final nomor lead IFSC Climbing World Cup Koper 2025, dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/9) dini hari pukul 01.00 WIB.
Pada tahap itu, delapan atlet terbaik akan kembali beradu ketahanan, teknik, serta strategi untuk meraih tiga peringkat teratas dan medali.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyampaikan apresiasi atas capaian Putra yang mampu bersaing di level tertinggi.
“Semangat dan fokus menatap pertandingan final Putra. Atlet Indonesia bisa,” tulis pernyataan federasi tersebut dalam akun Instagram (IG) @fpti_official.
IFSC Climbing World Cup tahun ini mempertandingkan nomor lead, boulder, dan speed di berbagai kota dunia. Nomor lead menuntut atlet memanjat jalur panjang dengan tingkat kesulitan tinggi, di mana pemenang ditentukan berdasarkan ketinggian tertinggi yang berhasil dicapai.
Sorato Anraku, yang kini memimpin peringkat sementara, sebelumnya juga tampil konsisten di berbagai seri Piala Dunia IFSC.
Sementara itu, nama-nama besar seperti Adam Ondra dan Jakob Schubert, kembali menjadi sorotan karena pengalaman panjang mereka di kancah panjat tebing dunia.
Partisipasi Putra di final menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di arena panjat tebing internasional, sekaligus menambah pengalaman jelang kejuaraan-kejuaraan internasional lainnya.